CSR

Makalah Akhir Berfikir dan Menulis Ilmiah (KPM 200)

 

 

Peranan dan Hubungan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan Masyarakat Sekitar Perusahaan

 

 

 

 

Oleh :

Maulana Ridwan Rais

I34110095

 

 

 

 

 

Dosen :

Dr. Ir. Ekawati Sri Wahyuni

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2012

 

 

ABSTRAK

 

CSR (Corporate Social Responsibility) merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh perusahaan sesuai dengan isi pasal 74 Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT) yang terbaru, yakni UU Nomor 40 Tahun 2007, melalui undang-undang ini, industri atau korporasi-korporasi wajib untuk melaksanakannya. Bagi suatu perusahaan harus memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat sekitar agar terciptanya suatu keharmonisan dalam kehidupan sosial. CSR dibentuk oleh beberapa faktor dan memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sosial. Suatu keberhasilan apabila program ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian negara kita.

 

Kata kunci: CSR, peran CSR, masyarakat


KATA PENGANTAR

 

 

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Peranan dan Hubungan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan Masyarakat Sekitar Perusahaan” ini dengan baik. Makalah ini disusun sebagai prasyarat kelulusan untuk mata kuliah Berpikir dan Menulis Ilmiah dari Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya tak lupa penulis sampaikan kepada Ibu Dr. Ir. Ekawati Sri Wahyuni selaku dosen pengajar dan Kakak Novia Fridayanti selaku asisten praktikum yang telah memberikan banyak arahan, saran, dan masukan selama proses penulisan hingga penyelesaian makalah ini ini. Penulis juga menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada orang tua tercinta, Bapak H. Maryono dan Ibu Maryamah, serta kakak-kakak tersayang, Sri Yati, S. Kep., Ristin Nofita, S. Pd., Dewi Silfiah, AM. Kep., yang selalu berdoa dan melimpahkan kasih sayangnya untuk penulis. Tidak lupa penulis berterima kasih kepada semua teman-teman penulis yang telah senantiasa memberi semangat dan menemani penulis dalam proses penulisan makalah ini.

Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak.

 

 

 

Bogor,  12  Juni 2012

 

Maulana Ridwan Rais

NIM. I34110095

 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN SAMPUL …………………………………………………………… i

ABSTRAK ………………………………………………………………………… ii

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………. iii

DAFTAR ISI ………………………………………………………………………  iv

PENDAHULUAN ………………………………………………………………… 1

PEMBAHASAN………….……………………………………………………….. 2

Pengertian Corporate Social Responsibility………………………………………     2

Faktor Dibentuknya CSR…………………………………………………………………….       3

Manfaat Keberadaan CSR…………………………………………………………   4

SIMPULAN……………………………………………………………………….  6

DAFTAR PUSTAKA            …………………………………………………………….  7

PENDAHULUAN

 

Tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social  Responsibility (CSR) mungkin masih kurang populer dikalangan pelaku usaha nasional. Namun, tidak berlaku bagi pelaku usaha asing. Kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilakukan secara sukarela itu, sudah biasa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan multinasional ratusan tahun lalu.

Berkembang pesatnya dunia usaha saat ini membuat peran dunia usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat dan mempertimbangkan factor lingkungan hidup tentu saja sangat diperlukan. Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan berkembang sejalan dengan inter-relasi antara perusahaan dengan masyarakat yang sangat ditentukan oleh dampak yang timbul dari perkembangan dan peradaban masyarakat. Semakin tinggi tingkat peradaban masyarakat, khususnya akibat perkembangan ilmu sehingga meningkatkan kesadaran dan perhatian lingkungan memunculkan tuntutan tanggung jawab social perusahaan. Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan pengetahuan, meningkatkan keterbukaan ekspektasi masa depan dan sustaina bilitas pembangunan.

Belkaoui dan Karpik (1989) dalam Hadi (2011:48), menyatakan bahwa pergeseran dampak negatif industrialisasi memicu illegitimasi masyarakat karena peningkatan pengetahuannya. Perubahan nilai, norma dan peradaban masyarakat menuntut tanggung jawab social perusahaan secara meluas. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa CSR bersifat dinamis, sesuai dengan konteks yang melingkupinya.

Rumusan masalah

  1. Bagaimana faktor dibentuknya CSR dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar?
  2. Bagaimana manfaat yang diperoleh perusahaan dan masyarakat dalam program CSR?

 

Tujuan tulisan ilmiah

  1. Mengidentifikasi bentuk peran CSR dalam meningkatkan kesejahteraan masyakat.
  2. Mengkaji manfaat yang antara pihak CSR dengan masyarakat

 

 

PEMBAHASAN

 

  1. A.    Pengertian Corporate Social Responsibility (CSR)

Pengertian Corporate Social Responsibility (CSR) masih sangat banyak dan hingga saat ini pun dimana CSR semakin populer, masih saja belum memiliki definisi atau pengertian yang tunggal. Johnson dan Johnson (2006) dalam  Hadi (2011:46) mendefinisikan Corporate Social Responsibility is about how companies manage the business processes to produce an overall positive impact on society. Definisi tersebut pada dasarnya berangkat dari filosofi bagaimana cara mengelola perusahaan, baik sebagian maupun secara keseluruhan memiliki dampak yang positif bagi perusahaan dan lingkungan. Oleh karena itu,  perusahaan harus mampu mengelola bisnis operasinya dengan menghasilkan produk yang berorientasi secara positif terhadap masyarakat dan lingkungan.

The World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) yang merupakan lembaga internasional yang berdiri tahun 1955 dan beranggotakan 120 perusahaan multinasional yang berasal dari 30 negara di dunia, lewat publikasinya “Making Good Business Sense” mendefinisikan CSR yaitu :

Continuing commitment by business to behave ethically and contributed to economic development while improving the quality of life of the workforce and their families as well as of the local community and society at large (Tanggung jawab sosial perusahaan merupakan satu bentuk tindakan yang berangkat dari pertimbangan etis perusahaan yang diarahkan untuk meningkatkan ekonomi, yang bersama-sama dengan peningkatan kualitas hidup bagi karyawan berikut keluarganya, serta sekaligus peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar dan masyarakat secara lebih luas).

 

Di negara kita sendiri Indonesia memiliki Lingkar Studi CSR yang telah sejak lama menggunakan definisi CSR sebagai berikut :

Upaya sungguh-sungguh darintitas bisnis meminimumkan dampak negatif dan memaksimumkan dampak positif operasinya terhadap seluruh pemangku kepentingan dalam ranah ekonomi, sosial dan lingkungan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (http://csrindonesia.com).

 

 

 

  1. B.     Faktor dibentuknya CSR
  2. 1.      Faktor pendorong CSR

Komisi Masyarakat Eropa menyebutkan 4 (empat) faktor yang mendorongnya perkembangan CSR, yaitu:1

  1. Kepedulian dan harapan baru komunitas, konsumen, otoritas publik, dan investor dalam konteks globalisasi dan perubahan industry berskala besar
  2. Kriteria social member pengaruh besar dalam pengambilan keputusan investasi individu dan institusi baik sebagai konsumen maupun investor
  3. Meningkatnya kepedulian pada kerusakan lingkungan yang disebabkan kegiatan ekonomi
  4. Transparansi kegiatan bisnis akibat perkembangan media teknologi komunikasi dan informasi modern.

 

  1. 2.      Faktor penghambat CSR

Menurut Rudito (2007:240), terdapat faktor penghambat/tantangan dalam menjalankan program CSR, diantaranya sebagai berikut:

  1. Kualitas sumberdaya yang rendah. Dalam konteks ini, sumberdaya yang tersedia kurang dapat memenuhi kebutuhan dari perusahaan. Di samping itu, pola hidup komunitas local sangat berbeda dengan pola hidup dari industri itu sendiri.
  2. Jumlah staf yang kurang memadai. Ini merupakan dampak dari sumberdaya lokal yang kurang memadai sedangkan perusahaan dituntut untuk mempekerjakan penduduk lokal sebagai konsekuensi dari keberadaan perusahaan di wilayah tersebut.
  3. Kurangnya dukungan pemerintah, khususnya pemerintah daerah. Hal ini terkait dengan sistem dan keadaan politik di daerah tersebut.
  4. Perbedaan persepsi di pihak internal danataupihakeksternalperusahaan. Pihak internal tentu saja ingin memaksimalkan keuntungan. Program CSR harus tetap dijalankan karena menyangkut kepentingan pihak eksternal, seperti masyarakat sekitar.

 

 

1Reza Rahman, Op. cit., hal. 19

 

 

 

 

  1. C.    Manfaat Keberadaan CSR

Menurut Wibisono (2007) mengungkapkan beberapa keuntungan bagi perusahaan dengan menerapkan tanggung jawab sosial yaitu:

 

  1. Untuk mempertahankan dan mendongkrak reputasi dan brand image perusahaan.
  2. Layak mendapatkan izin untuk beroperasi (social license to operate)
  3. Mereduksi risiko bisnis perusahaan
  4. Melebarkan akses ke sumberdaya
  5. Membentangkan akses menuju market
  6. Mereduksi biaya
  7. Memperbaiki hubungan dengan stakeholders
  8. Memperbaiki hubungan dengan regulator
  9. Meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan.

 

  1. 1.      Manfaat Finansial bagi Perusahaan

 

  • Menurunkan biaya operasional perusahaan
  • Meningkatkan volume penjualan dan pangsa pasar
  • Menarik calon investor
  • Pertumbuhan nilai saham yang signifikan
  • Membuat kesejahteraan karyawan lebih baik
  • Mencegah risiko dari dampak sosial
  • Mencegah risiko dari dampak alam

 

 

  1. 2.      Manfaat Non Finansial bagi Perusahaan

 

Manfaat non finansial bertendensi adanya pergerakan CSR dari suatu perusahaan yang menghasilkan, tidak berbentuk uang tetapi berbentuk peningkatan kapasitas dan kapabiliti perusahaan tersebut secara kualitatif dan tentu sanga tmenguntungkan bagi perusahaan itu sendiri. Ini manfaat dari pelaksanaan program CSR yang bersifat non financial bagi perusahaan adalah “Memperkuat Reputasi Perusahaan”, yaitu :

 

  • Kepercayaan

Untuk suatu bangunan kepercayaan yang kokoh dibutuhkan prinsip-prinsip kode etik, transparansi, keterbukaan, proses bisnis yang beretika dan mekanisme audit. Kemudian harus ada suplemen agar kepercayaan itu menjadi strategi berbisnis yang berkesinambungan. Suplemen itu melibatkan proses pembentukan kepercayaan dengan stakeholders.

  • Kredibilitas

Reputasi perusahaan akan semakin berkembang melalui kerja keras dalam menjaga serta meningkatkan kredibilitas. Area kredibilitas tersebut mencakup kredibilitas finansial, kredibilitas sosial, kredibilitas lingkungan. Pengetahuan dan kompetensi serta kepemimpinan. Kunci-kunci ini yang harus dijalani perusahaan menuju proses massif peningkatan reputasi perusahaan.

  • Tanggung Jawab

Bertanggung jawab dalam mengelola dampak negative dari operasional perusahaan adalah bagian sistematis yang harus dilaksanakan perusahaan tanpa syarat apa pun, karena tanggung jawab akan dilihat sebagai suatu sikap yang sangatpentingdaripenilaiandalammemperkuatreputasiperusahaan.

  • Akuntabilitas

Akuntabilitas berorientasi untuk memperkuat reputasi perusahaan sebagai skema pelaporan aktivitas CSR kepada stakeholder dan bersifat dua arah.

  • Mengelola risiko bisnis secara lebih tanggap dan terperinci

Reputasi perusahaan menyangkut stigma bahwa bagaimana risiko suatu bisnis akan dikelola lebih tanggap, detail dan presisi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUP

 

Kesimpulan saya, bahwa CSR sangat baik untuk bersama, baik perusahaan, masyarakat dan negara. Hal ini disebabkan proses CSR ini memberikan reaksi positif dari masyarakat dan pemerintah kepada perusahaan. Program ini juga sangat membantu dalam usaha pengembangan masyarakat Negara kita. Bagi perusahaan yang menjalankan komitmen program CSR secara baik sangat dibutuhkan untuk perkembangan perekonomian dan kesejahteraan Negara kita.

Tanggung jawab sosial perusahaan ini akan suskses bila ada kerjasama diantara perusahaan dengan masyarakat. Untuk mencapai dunia yang lebih setara, berkelanjutan tanpa kemiskinan dan kerusakan lingkungan Seluruh anggota masyarakat harus bekerja bersama sebagai team untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk kita semua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Hadi Nor. (2011). Corporate Social Responsibility. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Rahman Reza. (2009).  Corporate Social Responsibility: antara teori dan kenyataan.                   Internet. [ID]: Medpress.

Rudito Bambang. (2007). Etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan di Indonesia. Intrenet. [ID]: Rekayasa Sains.

Wibisono Yusuf. (2007). Membedah konsep & aplikasi CSR: corporate social responsibility Seri Manajemen berkelanjutan. Internet. [ID]: Fascho Pub.

Website http://csrindonesia.com

 

 

 

 

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pep Guardiola Inginkan Gareth Bale Di Bayern Munich

Menurut Daily Mail, pelatih masa depan Bayern Munich Pep Guardiola dikabarkan ingin membawa Gareth Bale ke Allianz Arena.

Lebih jauh, Pep juga dilaporkan siap bersaing dengan Real Madrid untuk mendatangkan winger asal Wales itu di kisaran £50 juta.

Seperti diketahui, klub raksasa Spanyol Madrid akhir-akhir ini kerap dikaitkan dengan kedatangan Bale. Akan tetapi, Guardiola pun tak mau ketinggalan dan bakal segera melayangkan tawaran untuk mendapatkan pemain terbaik Spurs itu.

Guardiola sendiri menurut kabar akan diberi dana belanja hingga £100 juta lebih untuk membangun skuat Die Roten, serta mereka juga sudah menarget beberapa talenta yang akan segera difinalisasi.

http://www.goal.com/id-ID/news/784/transfer-pemain/2013/02/16/3755450/pep-guardiola-inginkan-gareth-bale-di-bayern-munich

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Analisis peranan sektor agroindustri terhadap kesempatan kerja di propinsi Jawa Barat (analisis input – output)

Samosir, Geovani H. P.

Jawa Barat merupakan propinsi yang berpenduduk besar, dengan jumlah penduduk lebih dari 39 juta jiwa. Jumlah tenaga kerja yang produktif (angkatan kerja) setiap tahun juga mengalami peningkatan yang cukup besar. Kesempatan kerja pun mengalami peningkatan. Hal ini terlihat pada penduduk yang bekerja mengalami peningkatan tiap tahunnya. Namun peningkatan ini tidak mampu menampung angkatan kerja yang besar, sehingga terjadi pengangguran terbuka. Salah satu tujuan pembangunan adalah menurunkan tingkat pengangguran , sehingga diperlukan sektor-sektor yang mampu menurunkan tingkat pengangguran.

Jawa Barat merupakan propinsi yang berpenduduk besar, dengan jumlah penduduk lebih dari 39 juta jiwa. Jumlah tenaga kerja yang produktif (angkatan kerja) setiap tahun juga mengalami peningkatan yang cukup besar. Kesempatan kerja pun mengalami peningkatan. Hal ini terlihat pada penduduk yang bekerja mengalami peningkatan tiap tahunnya. Namun peningkatan ini tidak mampu menampung angkatan kerja yang besar, sehingga terjadi pengangguran terbuka. Salah satu tujuan pembangunan adalah menurunkan tingkat pengangguran , sehingga diperlukan sektor-sektor yang mampu menurunkan tingkat pengangguran.

http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/51017

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Posted in Uncategorized | 1 Comment